Jumat, 09 Maret 2012

HARDSKILL


Kemampuan yang dimiliki seseorang erat kaitannya dengan hardskill dan softskill. Kedua-duanya memiliki peranan yang kuat untuk membangun hubungan serta komunikasi dalam suatu lingkungan, khususnya dalam lingkungan kerja. Seseorang dituntut untuk memiliki kedua skill tersebut. 

Mengingat kembali tema sebelumnya yaitu softskill, dijelaskan bahwa softskill merupakan kecemerlangan individu dalam beberapa aspek seperti sikap dan personaliti, kemahiran berbahasa (berkomunikasi), sikap bersopan-santun, memiliki pergaulan yang luas serta bersikap optimis. Softskill  pada dasarnya merupakan ketrampilan personal, yaitu ketrampilan khusus yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan mediator konflik.

Berbeda dengan hardskill. Hardskill merupakan keterampilan teknis yang melekat atau keterampilan yang dibutuhkan untuk profesi / pekerjaan tertentu. Hardskill bersifat teknis dan biasanya pada proses rekrutasi karyawan, kompetensi teknis dan akademis (hardskill) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan keterampilan yang dikuasai. Dalam kegiatan training, hardskill lebih menekankan pada keterampilan-ketrampilan teknis. Misalnya penguasaan IT dan Komputer, Budgeting, Finance, General Affair, Operation Skill, Distribusi, Electrikal, sampai keterampilan-keterampilan khusus seperti pertukangan, memasak, atau menjahit. Hard Skills relatif lebih mudah dilihat dan diukur hasilnya secara kasat mata seperti kecepatan dan jumlah produksi yang dihasilkan dibandingkan dengan soft skill yang banyak dipertanyakan dan diperdebatkan mengenai cara pengukuran hasil trainingnya.

Sumber :
http://artikelbisnispemula.blogspot.com/2009/11/training-karyawan-soft-skill-atau-hard.html


http://aldinobahtiar.wordpress.com/2010/02/26/apa-saja-soft-skills-yang-saya-butuhkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar