Kemampuan
yang dimiliki seseorang erat kaitannya dengan hardskill dan softskill.
Kedua-duanya memiliki peranan yang kuat untuk membangun hubungan serta
komunikasi dalam suatu lingkungan, khususnya dalam lingkungan kerja. Seseorang
dituntut untuk memiliki kedua skill tersebut.
Mengingat
kembali tema sebelumnya yaitu softskill, dijelaskan bahwa softskill merupakan
kecemerlangan individu dalam beberapa aspek seperti sikap dan personaliti,
kemahiran berbahasa (berkomunikasi), sikap bersopan-santun, memiliki pergaulan
yang luas serta bersikap optimis. Softskill
pada dasarnya merupakan ketrampilan personal, yaitu ketrampilan khusus
yang bersifat non-teknis, tidak berwujud, dan kepribadian yang menentukan
kekuatan seseorang sebagai pemimpin, pendengar (yang baik), negosiator, dan
mediator konflik.
Berbeda
dengan hardskill. Hardskill merupakan keterampilan teknis yang melekat atau keterampilan
yang dibutuhkan untuk profesi / pekerjaan tertentu. Hardskill bersifat teknis
dan biasanya pada proses rekrutasi karyawan, kompetensi teknis dan akademis
(hardskill) lebih mudah diseleksi. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada
daftar riwayat hidup, pengalaman kerja, indeks prestasi dan keterampilan yang
dikuasai. Dalam kegiatan training, hardskill lebih menekankan pada
keterampilan-ketrampilan teknis. Misalnya penguasaan IT dan Komputer,
Budgeting, Finance, General Affair, Operation Skill, Distribusi, Electrikal,
sampai keterampilan-keterampilan khusus seperti pertukangan, memasak, atau
menjahit. Hard Skills relatif lebih mudah dilihat dan diukur hasilnya secara
kasat mata seperti kecepatan dan jumlah produksi yang dihasilkan dibandingkan
dengan soft skill yang banyak dipertanyakan dan diperdebatkan mengenai cara
pengukuran hasil trainingnya.
Sumber
:
http://artikelbisnispemula.blogspot.com/2009/11/training-karyawan-soft-skill-atau-hard.html
http://aldinobahtiar.wordpress.com/2010/02/26/apa-saja-soft-skills-yang-saya-butuhkan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar