Beberapa waktu yang lalu, manakala India atau Bangladesh terimpa bencana alam, di samping bersimpati dengan penderitaan rakyat kedua negara itu, kita juga bersyukur karena bencana alam yang diakibatkan oleh musim di negri kita tidak separah mereka.
Tetapi, itu beberapa dasawarsa yang lalu. Bagaimana sekarang ? Tampak dan terasa, semakin tahun, keadaan kita semakin buruk. Kering kekeringan, banjir kebanjian.
Kering kemarau terasa menyengat dan panjang. Di berbagai wilayah negri semakin luas sawah kerontang pecah-pecah. Panen puso bertambah luas. Air yang selama ini melimpah seperti udara aus di mana-mana.
Apakah alam tidak lagi ramah dan pemurah kepada Indonesia ? Atau semua itu didatangkan dan disebabkan oleh ketidakpedulian dan keserakahan kita ?
Penduduk semakin berlipat ganda. Diselenggarakan rencana gerakan keluarga berencana dan keluarga sejahtera, tetapi jumlah penduduk terhitung 220 juta jiwa.
Begitu pembangunan ekonomi memperoleh prioritas sejak tahun 1970-an, dibangkitkan kesadaran dan pemahaman lingkungan hidup. Gerakan lingkungan hidup bersaing dan berpacu dengan keserakahan pembangunan, yang akhirnya semakin hanyut oleh akselerasi, kesemrawutan, bahkan keserakahan pembangunan. Terutama yang menyangkut pengolahan sumber alam. Hutsn memang sumber alam yang disediakan bagi keperluan penduduk, tetapi hutan sekaligus sebagai paru-paru kehidupan bersama.
Keadaan telah berubah, ibarat dari masa melimpah ke masa kekurangan. Keadaan telah berubah dari alam yang ramah melimpah ke alam yang dibuat gersang dan ganas oleh ulah manusia. Namun, sikap dan pemahaman kita tidak berubah. Jika toh berubah, perubahannya lebih buruk.
Saat air melimpah dan meluap sekaligus sebagai banjir, kita hanya bisa mengeluh. Kita cepat-cepat ingin bebas banjir. Dimusim kemarau tanah gersang, alam tampak ganas. Kita juga lebih banyak menyalahkan pihak lain. Menyalahkan alam. Padahal, perubahan alam menjadi gersang dan ganas merupakan akibat perbuatan, sikap dan pemahaman kita.Analisis Kesalahan Diksi pada Artikel
| No | Kesalahan Diksi | Perbaikan Kesalahan | Alasan |
| 1 | Negri | Negeri | Penggunaan kata yang tidak baku. |
| 2 | Tetapi, itu beberapa dasawarsa yang lalu | Itu beberapa dasawarsa yang lalu, tetapi bagaimana sekarang ? | Kata tetapi seharusnya diletakkan di tengah kalimat. Bukan diawal kalimat. |
| 3 | Terasa menyengat | Terasa panas | Kata menyengat cocok digunakan untuk hewan ( lebah ). |
| 4 | Kerontang | Kering | Pengunaan kata yang tidak baku. |
| 5 | Aus | Haus | Pengunaan kata yang tidak baku. |
| 6 | Penduduk semakin berlipat ganda. | Jumlah Penduduk semakin berlipat ganda. | Tidak ada keterangan jumlah pada awal kalimat. Sehingga terjadi kerancuan arti. |
| 7 | Kesemrawutan | Kekacauan | Pengunaan kata yang tidak baku. |
| 8 | Ulah | Perilaku | Pengunaan kata yang tidak baku. |
| 9 | Alam tampak ganas | Alam tampak parah | Kata ganas cocok digunakan untuk hewan buas. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar