Jumat, 25 Maret 2011

TUGAS III

1. Pengertian produsen

Produsen adalah orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen.

2. Fungsi produksi

Produksi adalah suatu bagian yang ada pada perusahaan yang bertugas untuk mengatur kegiatan-kegiatan yang diperlukan bagi terselenggaranya proses produksi. Dengan mengatur kegiatan itu maka diharapkan proses produksi akan berjalan dengan lancar dan hasil produksinya pun akan bermutu tinggi sehingga dapat diterima oleh pemakainya.

Fungsi – fungsi operasi produksi diantaranya :
1.PERENCANAAN DAN DESAIN PRODUK
Empat faktor utama yang perlu di perhatikan dalam mendesain dan merencanakan produk adalah sebagai berikut:
a.Globalisasi selera konsumen
b.Segmentasi pasar
c.Kondisi lokal
d.Teknologi

2.PERENCANAAN KAPASITAS PRODUKSI
Suad Husnan dan Suwarsono (1994) mengistilahkan kapasitas produksi sebagai luas produksi , yaitu jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal.
Zulian Y (1996) mengungkapkan bahwa untuk menentukan kapasitas produksi optimum, terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan , yakni sebagai berikut:
a.Kapasitas bahan baku
b.Kapasitas jam kerja mesin
c.Kapasitas jam kerja
d.Modal kerja
e.Jumlah atau kapasitas permintaan

Faktor-faktor tersebut dikombinasikan untuk mencapai hasil yang optimum(keuntungan maksimum dan biaya minimum).Untuk mengkombinasikan berbagai faktor tersebut digunakan metode-metode sebagai berikut:
a.Metode Break even Point
BEP dapat diartikan suatu keadaan di mana total pendapatan besarnya sama dengan total biaya(TR=TC)dapat pula diartikan laba sama dengan nol.
b.Metode Liniear Programming
Metode liniear programming (LP) merupakan teknik matematik dalam membantu manajemen untuk mengambil keputusan.

3. DESAIN LAYOUT PABRIK
Layout berhubungan dengan masalah penyusunan mesin dan peralatan produksi dalam pabrik .
Menurut reksohadiprojo (2000: 127), layout fasilitas merupakan keseluruhan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang diperlukan di dalam proses produksi .

3.1. PENTINGNYA DESAIN LAYOUT
Tujuan dari perencanaan tata letak adalah memberikan kegiatan operasi yang lebih efisien bagi pekerja dan mesin atau peralatan.
Tata letak (layout) merupakan salah satu keputusan yang menentukan efesiensi operasi perusahaan dalam jangka panjang.Tata letak yang efektif membantu perusahaan mencapai hal-hal sebagai berikut :
a.Pemanfaatan yang lebih besar atas ruangan, peralatan dan manusia
b.Arus informasi, bahan baku, dan manusia yang lebih baik
c.Lebih memudahkan konsumen
d.Peningkatan moral karyawan dan kondisi yang lebih aman.

3.2. JENIS LAYOUT PABRIK
a.Layout yang berorientasi pada proses
b.Layout yang berorientasi pada produk
c.Layout Campuran (Hybrid layout)
d.Layout posisi tetap (fixed-position layout)
e. Layout gudang
f . Layout kantor (office layout) :
1.Kedekatan (proximity)
2.Privacy

4.LOKASI BISNIS Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusa pemilihan lokasi adalah sebagai berikut:
a.Iklim yang layak
b.Kedekatan dengan pasar
c.Kualitas kehidupan
d.Kedekatan dengan pemasok bahan baku
e.Kedekatan dengan fasilitas perusahaan induk
f.Biaya utilitas, pajak dan real estate

Pemilihan lokasi perusahaan jasa perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a.Kedekatan dengan konsumen
b.Biaya transportasi dan kedekatan dengan pasr
c.Lokasi pesaing
d.Faktor khusus
Langkah-langkah di dalam pemilihan lokasi bisnis:
a.Mengidentifikasikan faktor lokasi yang penting dan menggolongkannya sebagai faktor yang dominan atau sekunder
b.Mempertimbangkan daerah alternatif
c.Mengumpulkan data untuk beberapa alternatif dari konsultan
d.Menganalisa data yang telah dikumpulkan, dimulai dengan faktor yang kwantitatif, faktor yang dapat di ukur dalam dolar
e.Mengajukan faktor kwalitatif yang berkenaan dengan masing-masing lokasi ke dalam evakuasi

3. Macam-macam biaya

Biaya (Cost)
Biaya (cost) produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi guna memproduksi output.


Macam-macam biaya, yaitu :
1. Total Fixed Cost(ongkos total tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi.Contoh penyusutan, sewa, dsb.Biaya total (TFC) tidak tergantung pada kuantitas output (Q),sedangkan biaya variabel total bergantung pada kuantitas output.
2. Total Variabel Cost ( ongkos variabel total ) adalah jumblah ongkos-ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan.Contoh ongkos bahan mentah, tenaga kerja dan sebagainya.
3. Total Cost (ongkos total ) adalah penjumblahan antara ongkos total tetap dengan ongkos total variabel. TC = TFC + TVC
4. Averege Fixed Cost ( ongkos tetap rata-rata ) adalah ongkos tetap yang dibebankan untuk setiap unit output.AFC = (TFC / Q)*QBiaya tetap rata-rata (AFC) menurun secara kontinyu sampai mendekati garis horisontal, karena AFC = TFC/Q
5. Averege Fixed Cost (ongkos variabel rata-rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output.AVC = TVC/Q
6. Averege Total Cost (onggkos total rata-rata) adalah ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output.ATC = TC / Q
7. Marginal Cost (ongkos marginal) adalah tambahan atau berkurangnya ongkos total karena bertambahnya atau berkurangnya satu unit output.MC = ∆TC / ∆Q = ∆TVC / ∆Q

4. Penerimaan / keuntungan ( total, marginal & rata-rata ) Pendapatan/Revenue yaitu berapa jumlah pendapatan yang akan diperoleh dengan memproduksi barang tersebut.
•Total Revenue (TR) : total pendapatan yang akan diperoleh seorang produsen apabila memproduksi sejumlah unit barang tertentu.
•Kuantitas Barang (Q) : total jumlah barang yang diproduksi produsen
•Average Revenue (AR) : harga rata-rata unit barang AR=TR/Q

Tidak ada komentar:

Posting Komentar